Program Studi PGSD membuka perkuliahan
Semester Antara Tahun Akademik 2011-2012
untuk beberapa matakuliah tertentu.
Perkuliahan Semester Antara ini wajib bagi
angkatan 2009 dan 2010 (ada mata kuliah
wajib). Sedangkan angkatan lainnya tidak
diwajibkan (matakuliah yang dibuka MKU).
Adapun jadwal matakuliah yang diselenggarakan
dapat didownload di link bagian bawah
pengumuman ini.
Adapun ketentuan mengikuti semester Antara
adalah sebagai berikut:
1. Persyaratan registrasi semester Antara :
Angkatan Keterangan
2008, 2009, 2010
(sistem paket)
Lunas keuangan Sem Genap.
Tidak membayar lagi, krn sudah dibayar dalam
paket pembayaran Semester Genap
2011
(sistem SKS)
Lunas keuangan semester genap + membayar
sejumlah sks yang diambil pada semester antara
2. Beban sks yang dapat diambil:
Beban maksimal SKS yang dapat diambil di
Semester Antara = 24 sks - jumlah sks pada
Semester Genap Tahun 2011-2012.
Contoh: Jika semester Genap 2011-2012 sudah
mengambil 20 sks, maka pada Semester Antara
2011-2012 dapat mengambil max 4 sks.
Jadwal Registrasi Matakuliah (SIASAT) Semester
Antara Tahun Akademik 2011-2012 untuk
Program studi PGSD adalah Senin, 23 April
2012 dengan pembagian sebagai berikut:
No Angkatan Pukul
1 2009 dan sebelumnya 07.00 – 23.59
2 2010 09.00 – 23.59
3 2011 11.00 – 23.59
Registrasi matakuliah (SIASAT) ini hanya
dilakukan pada tanggal tersebut dan tidak ada
adjustment dalam Semester Antara ini.
Sehingga mahasiswa harap melakukan registrasi
matakuliah benar.
Perwalian dengan wali studi silahkan dapat
menghubungi wali studi masing-masing.
Jadwal Perkuliahan PGSD Smt Antara Th 2011
2012.pdf (19,3 kB)
TUGAS SEORANG MAHASISWA
RS 10 F UKSW KOMPAK
Senin, 16 April 2012
Semester antara PGSD UKSW 2012
Rabu, 11 April 2012
SPSS ASESMEN
saya mau coba memperlihatkan materi yang sudah saya buat dalam beberapa minggu ini
kalian bisa melihat data di bawah ini dengan cara mendownload materi.
semoga materi ini bisa berguna bagi kita semua...
http://www.mediafire.com/?02et3f3627fpvd8
http://www.mediafire.com/?y44wps13mm5h61p
http://www.mediafire.com/?hgs8in87thcgsgi
Rabu, 04 April 2012
CONTOH TUGAS ASESMEN SETIA DWI SAPUTRA
kali ini saya akan akan membagikan contoh tugas yang sudah jadi yang diberikan Pak Donal yang saya kerjakan dalam beberapa hari ini.
Tugas ini cukup sulid karena butuh ketelitia, karena kita akan menentukan Standar kompetensi, Kompetensi dasar, dan beberapa Indikato. Dari beberapa Indikator ini kita juga harus membuat 30 pilihan ganda beserta kunci jawabanya yang disesuaikan dengan indikator. Selain itu dalam pilihan ganda kita juga menentukan tingkat kesukaran. Daial membuat kisi kisi jawaban juga butuh ketelitian.
nah cukup susah kan? Maka dari itu saya coba membantu kalian untuk mengerjakan tugas ini
diingat juga jangan hanya copy paste tugas saya ini. karena akan sama. Jadi ini hanya panduan atau contoh dari saya. kalian bisa mendownload link dibawah ini untuk melihat sebagai referensinya.
semoga berguna bagi anda
RESUME FILSAFAT ILMU
Salam damai sejahtera bagi kita semua.
Kali ini saya akan bagikan ringkasan buku filsafat dari Prof.Dr Dr W.E Soetomo Siswokartono,M.Pd
Yang judul bukunya bernama "Filsafat Ilmu"
Ini sangat mempermudah anda yang ingin belajar tentang dasar dasar filsafat.
Saya memberi resume ini dalam bentuk power point yang mudah dipelajari, ringkas serta tidak bikin ngantuk bacanya....
Pastinya kalian butuh ini ya?
Saya berikan gratis untuk anda dengan cara mendownload link dibawah ini
Semoga bermanfaat
◦°˚˚˚°◦G☺d♡Blε§§◦°˚˚˚°◦
Kamis, 29 Maret 2012
PENGUMUMAN RESMI SD

Selasa, 21 Februari 2012
5 Aturan Mendisiplinkan Anak
Putera_vank.com - Banyak cara yang
dilakukan orangtua untuk
mendisplinkan anak. Sebuah studi
yang diterbitkan dalam Canadian
Medical Association Journal bahkan
menyatakan, tak jarang orangtua
memukul anak dengan dalih untuk
mendisiplinkannya. Hal ini
disebabkan orangtua merasa harus
menunjukkan kekuasaan kepada
anak, padahal sebenarnya hal ini
tidak perlu.
"Bagi anak, orangtua adalah
pahlawan dan contoh bagi mereka,
dan jika kita memberi contoh yang
negatif dan agresif maka mereka
pun akan mencontohnya," ungkap
Jennifer A. Powell-Lunder, psikolog
anak dalam artikelnya, Kids and
Discipline: What Yo do and Say
Matters.
Lalu bagaimana cara mendisiplinkan
anak? Sebuah penelitian
menunjukkan bahwa gaya
pengasuhan yang paling positif
untuk mendidik anak adalah dengan
menetapkan batas-batas yang boleh
dilakukan dan tidak, membiasakan
diskusi, dan membantunya
memahami setiap aturan. Kunci
untuk mengasuh anak secara positif
adalah dengan adanya konsistensi
orangtua.
1. Lakukan pekerjaan rumah
bersama anak
Melakukan pekerjaan rumah
bersama anak dengan semua aturan
dan konsekuensinya akan membuat
anak memahami bagaimana harus
melakukannya. Selain itu, Anda bisa
memiliki mereka seutuhnya karena
kebersamaan selama bekerja bisa
menimbulkan ikatan batin yang lebih
kuat .
2. Jelaskan kesalahan mereka
Tugas orangtua adalah untuk
menjaga konsistensi dan berjalannya
aturan dengan baik. Ketika anak
melanggar aturan, ambil sikap tegas
dan konsisten sesuai dengan
hukuman yang sudah disepakati
bersama. Jelaskan aturan yang
sudah mereka langgar, mengapa hal
tersebut dianggap salah, dan apa
konsekuensinya. Hal ini dilakukan
agar anak memahami kesalahannya,
dan tak mengulanginya lagi.
3. Definisikan aturan dengan
tepat
Anak memiliki definisi sendiri tentang
berbagai hal, termasuk aturan.
Sebaiknya samakan persepsi Anda
dan anak agar Anda berdua memiliki
pandangan yang sama tentang
aturan tersebut. Misalnya, ketika
Anda ingin si kecil membersihkan
kamarnya, jelaskan definisi bersih
yang Anda inginkan. "Anda pasti
akan terkejut ketika tahu
beragamnya penafsiran mereka dari
aturan tersebut," tambahnya.
4. Orangtua yang sejalan
Anak akan lebih mudah memahami
aturan dan melaksanakannya, ketika
kedua orangtua memiliki aturan yang
sama dan seia sekata dalam
melaksanakan aturan. Samakan dulu
pandangan Anda dan pasangan
dalam mendisplinkan anak, agar
anak tidak bingung dalam
menjalankan aturan. Selain itu, anak
tidak akan berpihak pada salah satu
orangtua yang dianggapnya lebih
baik.
5. Beri contoh
Orangtua adalah contoh terbaik bagi
anak. Jangan harap anak akan
menjadi baik ketika mereka selalu
diberi contoh perbuatan tak baik
dari orangtuanya. Setiap orang pasti
berbuat kesalahan, termasuk
orangtua, namun yang paling
penting adalah bagaimana cara
Anda mengatasi dan memperbaiki
kesalahan. Anak akan belajar untuk
berbesar hati dalam mengakui
kesalahan, dan mampu bangkit lagi.
Sumber : KOMPAS.Com